Joko Sumaryono Abu Fida Rabbani

Beranda »

Kebangkitan Itu Bermula Dari Lingkaran-lingkaran Kecil

Arsip

Kalender

Maret 2008
S S R K J S M
    Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Twitt Saya

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

Kebangkitan Itu Bermula Dari Lingkaran-lingkaran Kecil

Joko Sumaryono Ar Riyawy

Keberadaan sekelompok kaum muslimin yang selalu Tsabat menjalankan din-Nya secara sempurna dan tidak meyimpang dari manhaj yang telah digariskan, adalah salah satu sunnatullah yang memberikan kesempurnaan

terhadap keseimbangan jagad raya ciptaan Allah.

Jika Thâifah ini tidak ada dan tidak bersenyawa dengan alam disekitarnya,

maka yang akan terjadi adalah kegoncangan dahsyat

kehidupan di alam ini secara keseluruhan.

Oleh karena itu eksistensi sebuah gerakan dakwah yang rabbâniyah

mutlak terus dilakukan agar keseimbangan alam ini tetap terjaga

(Muhammad Ahmad ar Râsyid)

Seorang mukmin yang shâdiq dengan rabb-Nya, selalu merasakan kegelisahan yang teramat sangat melihat kebathilan begitu pongah berkeliaran disekitarnya, tirani zhalim mencabik-cabik kehormatan dien-Nya dan para ahli ibadah hanya mampu beruzlah dari kenyataan serta sibuk menambah amal dan kesalehan pribadi.

Walaupun demikian, ia tidak hanya sibuk dengan kegelisahan-kegelisahan dirinya dan menyesali zaman. Ia sadar, itu semua akan berakhir jika genderang dakwah terus ditabuh agar seisi alam mendengarnya. Ia juga sangat yakin bahwa kebenaran itu akan selalu mengalahkan kebathilan suatu saat nanti betapapun kuat dan kokohnya kebathilan itu menancapkan kukunya.

Nah, sekarang kita perlu kembali mengulang pertanyaan ini dalam alam fikiran kita; dakwah seperti apakah yang mampu kiranya untuk mengantarkan umat ini menuju kehidupan yang bertamadun sesuai dengan tuntunan-Nya sehingga ekosistem alam ini kembali seimbang? Bukankah lembaga-lembaga yang berlebel dakwah sudah begitu menjamur dipersada bumi ini? Bukankah berbagai pelatihan dai yang menghabiskan dana yang tidak sedikit terus dilakukan? Bukankah tokoh-tokoh orator dakwah sudah banyak menghiasi mimbar-mimbar dan rekaman ceramah mereka mencapai jutaan copy? Tapi kondisi umat juga masih stagnan bahkan terus mengalami kemerosotan dan dekadensi.

Sudah saatnya kita harus terus memikirkan format dan manuver dakwah kedepan agar mampu bersinergi dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta realita umat ini. Saat ini, kehidupan kita sudah dikelilingi oleh kebodohan, kehinaan, kelemahan serta perpecahan yang tak kunjung usai. Kapankah kita akan kembali menjadi umat yang disegani dan memiliki izzah sebagai khairu ummah? Kapankah kekuatan umat ini yang sempat menguasai dua pertiga dunia akan kembali memimpin peradaban ini dengan segudang khazanah pengetahuan dan kesalehannya? Dan kapankah kita kembali melihat umat yang besar ini kembali tersusun rapi dalam shaf-shaf yang menyejukkan hati?

Semua kegelisahan itu akan mampu kita jawab dengan kembali mengokohkan hubungan vertikal kita kepada Allah dan hubungan kita secara horizontal kepada sesama manusia. Semua ini tentu butuh proses dan sarana yang bisa mengantarkannya. Proses tersebut butuh partisipasi seluruh umat ini dalam sebuah bingkai amal kolektif dan ia tidak akan mampu dikerjakan oleh individu-individu yang terpisah sekuat apapun individu tersebut.

PKS (Partai Keadilan Sejahtera) sebagai sebuah partai yang sangat fenomenal diabad ini, lebih dari hanya sebuah gerakan politik an sich. Targetnya tidak terbatas mencapai jumlah kursi di parlemen atau jumlah menteri di kabinet. Ia juga bukan sebuah partai yang pragmatis dan hipokrit karena manhajnya sangat jelas dan gerakan amalnya sangat nyata menampilkan kehidupan islami yang bersahaja dari kader dan simpatisannya.

Cita-citanya yang tertinggi adalah terciptanya ekosistem kehidupan yang sejalan dengan manhaj robbany dengan selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada umat pada semua sisi kehidupan dan semua level masyarakat. Dan PKS juga sangat sadar bahwa kebangkitan umat ini akan mampu digulirkan dengan pembinaan para kadernya secara berkesinambungan dan sistematis sehingga dalam jangka waktu tertentu mampu melahirkan al fard al muslim as shâlih wal muslih (Pribadi muslim yang shaleh dan mampu memberikan perbaikan disekitarnya).

PKS dalam usianya sebagai partai politik yang masih terhitung sangat yunior dibanding parpol lainnya ditanah air, ternyata mampu mewujudkan sebuah pembelajaran politik Islam yang ideal pada era ini. Hal ini didukung karena PKS adalah partai kader yang menjadikan dakwah sebagai panglimanya serta pembinaan dan tarbiyah sebagai mesin produksinya. Maka, tidaklah terlalu berlebihan jika kita menggantungkan harapan yang besar kepada PKS untuk menjadi pelopor kebangkitan umat ini.

Dalam lingkup mikro di Mesir, kita juga sama-sama bisa melihat dan menilai kiprah positif PKS dalam memberikan yang terbaik buat dinamika masisir. Walaupun ia terpisah jauh dari induknya secara institusi di tanah air, geliat PKS di Mesir pun seirama dengan dinamika dan semangat partai ini yang ada ditanah air. Perbedaan tempat, cuaca dan kultur tidak membuat para kadernya yang berada di Mesir stagnan dan pasif. Bahkan pada beberapa sisi, kader PKS di Mesir punya nilai plus yang tidak dimiliki oleh kader lainnya di tanah air.

Walaupun demikian, seluruh kader PKS dimanapun mereka berada tetap disatukan dengan satu tekad yang sangat dimengerti oleh para kadernya yaitu; Allah swt dijadikan sebagai tujuan, Rasulullah saw sebagai tauladan, al-Quran sebagai pedoman hidup, jihad sebagai jalan perjuangan dan syahid di jalan Allah sebagai cita-cita tertinggi.

Kemenangan PKS di Mesir dalam dua kali PEMILU tahun 1999 dan 2003, merupakan bukti bahwa partai ini telah memainkan peranan yang sangat penting dan telah mewarnai dinamika masisir dalam segala sisi. Namun futuhat tersebut tidak membuat tokoh-tokoh serta para kadernya tidur nyenyak menikmati kemenangan. Justru mereka sadar bahwa tanggung jawab semakin banyak, aspirasi konstituen harus terus dicermati dan dipenuhi sehingga kerja-kerja besar harus terus digulirkan.

Mereka harus terus merapikan dan mengoptimalkan kembali ‘lingkaran-lingkaran kecil’ yang telah menjadi bagian yang tak terpisahkan tumbuh besarnya partai ini. Karena lingkaran-lingkaran kecil itulah yang menjadi cikal bakal kebangkitan umat yang menjadi platform partai besar ini. Dari lingkaran kecil ini juga telah lahir jundi-jundi dakwah brilian yang modernis dan komit dengan amal islami. Pencapaian kader harus terus dilakukan sehingga partai yang siap berkhidmah kepada semua golongan ini tetap hadir memberikan kesejukan.

Dalam perjalanan dakwah, cobaan dan tantangan adalah bagian dari dakwah itu sendiri yang tidak bisa dipisahkan. Tantangan itulah nantinya yang akan menguji para kadernya apakah bisa terus tsabat, atau akan larut dan roboh juga dengan semua itu. Oleh karena itu, dinamika positif yang telah diwarnai PKS ditengah-tengah masisir telah berhasil memberikan sumbangan berharga buat pengembangan sumber daya manusia (SDM) ditengah hujan kritik dan hujatan yang tidak setuju dengan apa yang telah dilakukan PKS.

Menurut hemat saya, PKS dengan program pembinaan dan pemberdayaan kadernya telah berhasil menciptakan sebuah iklim ilmiah dan amaliah yang progresif. Satu standar yang dapat dijadikan tolak ukurnya adalah, prestasi akademis yang diraih para kadernya di semua jenjang pendidikan yang ada di Mesir. Sebagaimana dimaklumi, berprestasi secara akademis adalah langkah awal untuk merubah segalanya. Mencapai prestasi akademis saja tanpa kesibukan lain, barangkali sangat mudah. Akan tetapi jika prestasi tersebut diraih ditengah-tengah kesibukan agenda-agenda tarbiyah dan pembinaan yang cukup padat serta aksi sosial lainnya, maka ini merupakan prestasi yang produktif.

Dapat kita simpulkan kembali bahwa ‘lingkaran-lingkaran kecil’ itulah yang mampu menjadi batu bata yang akan membangun peradaban ini. ‘Lingkaran-lingkaran kecil’ mingguan itu juga yang akan selalu melahirkan generasi-generasi yang memiliki hubungan kuat dengan rabb-Nya serta memiliki kepedulian dengan sesama. Saya juga yakin dari ‘lingkaran kecil’ itu akan bangkit kembali peradaban umat ini. Wallahu a’lam

Iklan

1 Komentar

  1. Mc Attack berkata:

    Ntar lagi pemilu bang.. opini-nya sekalian buat kampanye..!

    heheh .. Keep Rollin`

    Regards,
    Mc Attack

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Twitter

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

Twitt Saya

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

Dunia anak adalah dunia tanpa sekat
%d blogger menyukai ini: