Oleh: jokosumaryono | Mei 30, 2009

Kelinci Yang Cerdas

( 2 ) Kelinci Yang Cerdas

Suatu hari seekor kelinci berdiri ditepi pantai disebuah selat kecil melihat-lihat ikan yang berenang dan bermain didalamnya. Ia melihat ikan-ikan tersebut berenang dengan mudah. Kehidupan ikan-ikan tersebut sangat menarik perhatiannya. Kemudian diwaktu yang sama, ia layangkan pandangannya keatas dan ia melihat burung-burung beterbangan leluasa dari pohon ke pohon. Ia terbang begitu bebas mengepakkan sayapnya diangkasa sambil beranjak dari satu pohon ke pohon yang lainnya. Pemandangan itu membuatnya takjub dan kagum.
Kelinci tadi berkata: “…sangat berbahagia sekali burung-burung dan ikan itu. Kelinci tadi semakin mendekatkan dirinya ketepi laut, kemudian dia memanggil ikan yang ada didalamnya: “Batapa bahagianya hidup kalian wahai ikan-ikan yang cantik…kalian bermain dan bergelut didalam sana…”.
Salah satu ikan lalu berkata: “Engkaupun kan seperti itu wwahai kelinci, engkau juga bebas bermain dan melompat kesana kemari.
“Akan tetapi melompat didalam air pasti lebih mudah”
“Kamu juga kan seperti itu wahai kelinci…engkau dengan leluasa bergerak dan masuk diantara pohon dan tanaman hijau serta bunga-bunga yang indah, sementara kami hanya bisa bermain didalam air”.
“aku juga ingin berenang seperti kalian didalam air”.
“Kamu kan bisa bermain dipinggir pantai yang airnya dangkal. Kalau kamu mau main di air yang dalam itu berbahaya dan membuatmu bisa tenggelam”.
“Lalu kenapa engkau tidak bisa tenggelam?”.
“Allah sudah mentakdirkanku untuk hidup didalam air”.
“Akan tetapi aku ingin sekali menyelam didalam air seperti kalian”. Ia kemudian semakin masuk kedalam air.
Ikan-ikan yang berada di dalam air berteriak semua: “kembali wahai kelinci…jangan masuk ke air yang dalam ini”.
Akan tetapi kelinci itu tidak menggubris larangan ikan-ikan tersebut dan terus masuk kedalam air. Ia mulai bermain dan terlihat sangat gembira. Tapi, ia tidak sadar bahwa air sudah mulai memasuki hidungnya dan mulai kesusahan untuk bernafas. Barulah ia mulai berrteriak: “Tolong…! Tolong…! Saya tenggelam”.
Ikan-ikan yang berada didalam air saling menyahut dan bekerjasama untuk membantu sang kelinci keluar dari air menuju tepian pantai.
Ikan-ikan itu kemudian berkata: “akan tetapi kami tidak bisa menolongnya sampai kedaratan. Nanti kami akan panggil teman kami sikucing”.
Kucing dengan cepat datang dan memberikan pertolongan yang dibutuhkan lalu membawa kelinci tersebut pulang ke rumahnya.
Setelah beberapa saat, kelinci tadi mulai sadar dan kembali normal lalu ia berkata: “terima kasih wahai saudara-saudaraku, kalian telah menyelamatkan hidupku. Tadi hampir saja aku mati”.
Kemudian sang kucng bertanya kepada kelinci: “apakah engkau akan mencoba kembali lagi kedalam air wahai kelinci?”.
“Tidak, akan tetapi aku berencana untuk belajar terbang”.
“Bagaimanapun engkau tidak akan bisa terbang wahai kelinci”.
“Aku akan membuat sayap buatan yang membantu aku terbang. Kan sudah tidak ada ancaman lagi untuk tenggelam didalam air”.
“Akan tetapi bahayanya adalah engkau bisa jatuh nanti”.
“Hmm..aku akan tetap berusaha”.
“Engkau ternyata tidak mau mendengarkan nasehat wahai kelinci. Lakukanlah sesuka hatimu!”.
Kemudian sang kelinci mengumpulkan bulu-bulu ayam sahabatnya. Kemudian bulu-bulu tersebut ia ikatkan dikedua belah tangannya lalu pergi menuju kesebuah pohon. Setelah sampai diatas pohon lalu ia memanggil merpati-merpati yang sedang terbang
“Hai sahabatku merpati… sekarang aku bisa terbang seperti kalian…”.
“Wahai kelinci…untuk terbang tidak cukup hanya dengan dua sayap saja akan tetapi..”
Sang kelinci dengan marah memotong nasehat merpati-merpati tersebut sambil berkata: “jangan coba halangi aku untuk bisa menikmati terbang seperti kalian wahai merpati…”.
“Terserah engkau kelinci, silahkan aja panjat pohon itu…!”.
Kelinci itu pun akhirnya memanjat pohon dengan susah payah kemudian ia berdiri disamping merpati yang sedang bertengger. Kemudian ia berkata:
“Indah sekali ya pemandangan alam jika dilihat dari atas. Mungkin akan lebih indah lagi kelihatannya jika aku terbang diangkasa”.
Merpati pun akhirnya pergi terbang meninggalkan pohon tersebut. Sang kelinci pun mulai menggerakkan kedua sayap buatannya dengan cepat. Merpati tadi semakin tinggi terbang diangkasa. Akan tetapi naas, kelinci tadi jatuh kebawah seperti batu yang terlempar. Teriakannya terdengar menggema: “Ah…tulangku patah…!”.
Kucing kemudian datang membantu dan membawanya kembali kerumah seperti tadi. Setelah lebih kurang dua bulan berobat, kelinci tadi sudah menunjukkan ciri-ciri sehat seperti sedia kala.
Ketika masih sakit, kucing datang berkunjung kerumahnya dan mengucapkan ucapan semoga lekas sembuh. Kelinci kemudian berkata kepadanya:
“Terima kasih sahabatku kucing. Engkau telah berbuat banyak untukku. Bahkan engkau telah menyelamatkan hidupku sebanyak dua kali”.
“Yang penting engkau sudah sembuh. Untuk kedua kalinya engkau hampir mati wahai kelinci”.
“Sebenarnya dulu itu saya sangat ingin sekali bisa menikmati bagaimana rasanya menyelam dan terbang seperti ikan dan burung”.
“Wahai kelinci, jangan sekali-kali engkau memandang nikmat dan kelebihan yang dimiliki orang lain. Coba fikirkan, ikan-ikan itu sama sekali tidak bisa hidup kecuali didalam air. Jika ia memaksakan dirinya hidup selain di air maka ia akan langsung mati. Demikian juga dengan burung, mereka tidak bisa membuat rumahnya diatas tanah, sebah tanah bukanlah tempat yang sesuai dengan fitrah mereka. Nikmatilah dunia luas yang ada disekelilingmu ini. Nikmatilah perkebunan, taman bunga serta gunung-gunung yang terbentang. Wahai kelinci yang cerdas engkau harus bisa mensyukuri dengan apa yang telah Allah berikan kepadamu sehingga engkau akan meraih kebahagiaan yang tak terkira”.
Hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dari kisah diatas:
1. Wahai anak-anaku…belajarlah dari kelinci yang cerdas diatas untuk tidak selalu melihat kelebihan yang dimiliki orang lain sehingga dengan demikian badan dan fikiranmu akan sehat.
2. Agar engkau semakin merasakan nikmat Allah kepadamu, mari kita hitung bersama-sama nikmat yang telah kita miliki yang tidak dimiliki oleh selain kita seperti burungburung, hewan darat dan serangga. Juga yang tidak dimiliki oleh manusia lainnya seperti tetangga kita, sahabat dan sebagainya.

(Diterjemahkan dari buku : “50 Qishah Tahkiha Li Thiflik” Karya Dr. Abdullah Muhammad Abdul Muthi)


Tanggapan

  1. thank’s y dah bantuin q kerjain tugas indo!!!!!!


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.